21 March 2010

Perkenalkan.....

Well.. di postingan singkat (terlalu) pagi ini.. gw mau ngenalin temen baru gw.. setelah pdkt selama 2 jam di Pasar Ngasem..
Akhirnya.....

Perkenalkan..


_si kura-kura tak bernama_

Ya, gw belum tau nama apa yang lucu buat temen gw yang juga lucu ini..
So, anyone help me?
^^

-Salam Kura-
\(^_^)/

16 March 2010

Have a Nice Day!

.cloudy.

.fresh.

.assignments.

.cappucino.

.beautiful songs.

enjoy!



14 March 2010

Banyak Cinta di Dunia

Satu hal lagi kudapat malam ini. Dari seorang yang karyanya kukagumi, dan sekarang pun kepribadian serta ceritanya. Bahwa ternyata ada banyak bentuk cinta di dunia. Bahkan tak pernah kuduga hal itu akan ada di dunia selain novel-novel penuh romansa.
Bahwa cinta itu berjiwa. Tak terputus walaupun hanya lewat rentetan kata. Bahwa cinta itu tulus. Tak peduli siapa dan darimana asalnya. Bahwa cinta itu mengerti. Apa yang terbaik untuknya, adalah pula yang terbaik untuk kita, walaupun perih rasanya. Bahwa cinta itu hidup. Akan tetap ada sekeras apapun kita berjuang membunuhnya. Bahwa cinta itu tak harus memiliki. Namun kenangan tentang cinta akan selalu indah bila kita benar-benar memeliharanya dengan lautan ikhlas dan panjatan doa tanda setia.


Untuk surat-surat yang kau ceritakan padaku, Aksarajiwa..
-dari dua sisi-

vulnerable -- today's feeling




FEEL BAD



FEEL LONELY

SO.......
SOMEBODY PLEASE






12 March 2010

Ilmu Kedokteran Gigi Forensik


Pemeriksaan identifkasi odontologis jenazah adalah berdasarkan pada perbandingan yang sistematik dari karakteristik dental individu tersebut pada premortem dan postmortem, serta didukung oleh gambaran radiograf (film apikal, panograf, dan medical skull films). Penentuan ras dari jaringan skeletal jenazah difokuskan pada karakteristik kraniofacial, seperti proporsi area nasal dan orbital, karakteristik apertura nasalis, bentuk palatum, kontur tulang pipi, dan bentuk shovel (menyerupai sekop) pada gigi incisivus.

Dari perspective kedokteran gigi, baik rahang maupun susunan gigi-geligi akan dapat merefleksikan karakteristik dari suatu ras. Dua aspek yang dicermati dalam pembahasan ini adalah shovel shape incisivus dan tuberculum carabelli.

Shovel shape merupakan bentukan yang terdapat pada palatal incisivus yang disebabkan karena adanya peninggian pada marginal ridge. Shovel shape banyak ditemukan pada ras Asiatik Mongoloid dan juga pada Amerindian. Sedangkan tuberculum carabelli merupakan tonjol yang berada pada permukaan mesiolingual dari gigi molar pertama rahang atas dan juga pada molar kedua gigi decidui. Pada penampakannya secara oklusal dapat menunjukkan derajat intensitas yang bervariasi, apakah akan tampak seperti pit atau tonjol. Pembawaan tuberculum carabelli adalah bukan merupakan suatu anomali melainkan merupakan suatu variasi dan ditemukan secara turun temurun pada populasi di Eropa.

Secara spesifik, ciri-ciri dari ras caucasoid, mongoloid, dan negroid dapat ditinjau dari gigi incisivus, premolar, molar. Gigi incisivus dapat ditinjau dari cingulum, gigi premolar dari jarak mesiodistal dengan bucopalatal atau relasi jarak mesiodistal dengan bucolingual, dan gigi molar dari visur, jumlah pit, dan adanya carabelli, ataupun jumlah gigi molarnya.

Identifikasi ras tersebut, antara lain :

1. Ras Caucasoid dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Permukaan lingual rata pada gigi incisivus 1.2 1.1, 2.1 2.2

  • Sering terdapat crowded pada gigi-geligi

  • Gigi molar pertama rahang bawah (3.6 4.6) lebih panjang, tapered

  • Buko-palatal< (P2, 1.5 2.5), mesio-distal

  • Sering, cusp carabelli pada 1.6 2.6 → palatal

  • Lengkung rahang sempit

2. Ras Mongoloid dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Gigi incisive mempunyai perkembangan penuh pada permukaan palatal bahan lingual sehingga shovel shaped incisor cingulum jelas dominan (pada gigi 1.1 1.2, 2.1 2.2)

  • Fissure-fissure gigi molar

  • Bentuk gigi molar → segiempat dominan

3. Ras Negroid dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Akar premolar (1.4 1.5, 2.4 2.5) cenderung membelah atau terdapat tiga akar → trifurkasi

  • Cenderung bimaxillary protrusion

  • Premolar pertama (1.4 2.4) terdapat dua atau tiga tonjol

  • Gigi molar berbentuk segiempat membulat

Identifikasi lain juga dapat filakukan dari analisis antropologi ragawi. Identifikasi ini antara lain melalui foramen orbitalis, os concae, os mastoideus, foramen occipitalis magnum, dan outline tulang tengkorak.

1. Identifikasi melalui Foramen Orbitalis

Ciri-ciri foramen orbitalis pada ras besar sangat berbeda. Hal ini dapat terlihat jelas terlihat pada jenazah yang sudah jadi tengkorak. Apabila masih jenazah, maka harus dilakukan proyeksi roentgenografi postrior-anterior atau anterior-posterior. Ciri-ciri pada ras caucasoid : foramen orbitalis simetris seperti kacamata yang lengkung ke medialis lebih sempit. Ras mongoloid : foramen orbitalis simetris kiri dan kanan, berbentuk agak bulat. Ras negroid : foramen orbitalis seperti kacamata tetapi lengkung distalnya lebih kecil.

2. Identifikasi melalui os concae

Os concae mempunyai bentuk yang berbeda-beda pada setiap ras. Ras caucasoid : mempunyai concae paling kecil dibanding ras lain, berbentuk biji mete. Ras mongoloid : sangat besar, berbentuk bulat dengan dibagi dua oleh septa. Ras negroid : seperti buah jambu dengan dibagi oleh dua septa.


3. Identifikasi melalui os mastoideus

Ras caucasoid : tonjolan sudut os mastoideus hampir tegak lurus. Ras mongoloid : tonjolan sudut os mastoideus membuat sudut mendekati rahang bawah (lebih ke medial). Ras negroid : tonjolan os mastoideus hampir sejajar dengan tulang tengkorak.


4. Identifikasi melalui outline tulang tengkorak

Outline tulang tengkorak masing-masing ras berbeda dan hal ini memperlihatkan bentuk tulang kepala. Outline tulang tengkorak masing-masing ras adalah seperti pada gambar berikut :

Gambar a : memperlihatkan outline dan bentuk tulang kepala dari ras caucasoid.

Gambar b : memperlihatkan outline dan bentuk tulang kepala dari ras mongoloid.

Gambar c : memperlihatkan outline dan bentuk tulang kepala dari ras negroid.


Daftar Pustaka

Lukman, Djohansyah. 2006. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Gigi Forensik Jilid 2. Jakarta: IKAPI

Stimson PG and Mertz CA. 1997. Forensic Dentistry. New York : CRC Press

Wahjuningsih, Endah. 2005. Variasi Shovel Shape Pada Beberapa Populasi di Indonesia. Surabaya : Airlangga University Library.

http://www.forensicdentistryonline.org diakses pada Rabu, 10-03-2010 pukul 20.00




10 March 2010

Hujan, lagu lama, dia dan vanilla

Ramalan cuaca yang tepat. Sore ini Jogja hujan deres banget dengan kilat menyala-nyala. Setelah sibuk di lab dengan kertas saring ukuran mini yang udah dimasukkan ke sulcus gingiva dan ditambahkan ninhydrin sejak siang tadi, gw jadi pengen cepet pulang ke rumah. Banget. Rasanya hati n pikiran penat bukan kepalang di sela tugas-tugas yang semakin beringas.
Gw pengen langsung pulang, tapi kilat yang kayak kembang api di pasar malam bikin nyali gw ciut untuk menghajar jalanan kota Jogja di waktu hujan. Setelah kilat udah gak begitu ekstrim, baru gw pulang.
Well, rasanya gak enak banget, cuaca sesejuk ini harus dilewatin di dalam kamar yang sumpek n berantakan setengah mati. So, I decided untuk beresin semuanya dulu. Akhirnya kamar rapih dan gw sendiri pun juga udah seger.
Lagunya gemala, teruntuk, is in the air... Rasanya tenang banget. Penggalan liriknya pun akhirnya gw jadiin status ym gw.
Gak seperti biasanya, online chat di FB menampilkan tanda-tanda ke-online-an seseorang yang gw kagumi. Dia baru sampai di negeri sakura hari ini. Sampai setahun lagi mungkin baru bisa kami berjumpa (I wish). Lagi-lagi lagu yang sama gw dengerin.. dan ditemani hujan, lagu lama itu, (kenangan tentang) dia, dan secangkir vanilla.. Jadilah sore ini berkenan di hati.

wahai saudaraku yang tak pernah mengenal aku
lihat cintaku yang takkan lekang dimakan waktu
mungkin hanya untukmu
kupersembahkan hati yang hanya mampu menatap indah matamu

lihatlah dunia dengan segala kebesaran jiwa

dimana tercipta sebuah bintang tuk setiap manusia
kita semua sama oh hanyalah insan biasa
mari cinta jangan pernah putus asa

oh dan kita coba sayang
jangan berpangku tangan dan lemahkan jiwa
mempesona tuk meraih cita
mari hilangkan saja sang gundah
bermohonlah padaNya

terangkan dunia tuk cinta sesama

oh dan kita coba sayang
jangan berpangku tangan dan lemahkan jiwa
mempesona tuk meraih cita
mari hilangkanlah saja sang gundah
bermohonlah padaNya

cinta kita sungguh mulia
berbagi dengan sesama

(Gemala-teruntuk)


25 February 2010

Nice trip with Pasti and Sona (kapan ke Jogja lagi?)

Thank God, it's looong weekend again!

By the way, it's almost one month since i had a very nice trip with my little fellows, Pasti and Sona, in Jogja. At first, as bus addicts, they planned to go to Pati just to try a bus named Shantika. Yups, go to Pati just to try a bus! (i don't have any idea about that). But, suddenly the plan was changed and Pasti called me while i was going with my friend to say that they wanted to go to Jogja by Super Executive Ros-In bus.

Here it is.. part of the happy-happy trip in Jogja.. :)

pasti-me-sona (alKid)




and the Craziness begun........................






finally, it's for u, guys!