Showing posts with label The Words. Show all posts
Showing posts with label The Words. Show all posts

25 April 2010

Jawabnya

hujan sempat datang
bawa bulirbulir kasih
masih berupa gerimis
belum deras yang terang

jatuhnya pecah
basahi tubuh
seorang gadis
bernama entah

rinai laksana pelita baginya
sedang hujan masih geluti gulita


Aku sayang sekali kau, kalau mau tahu. Tapi kau kecewakan aku dengan entahmu itu.
Aku tak tahu perasaanmu padaku seperti apa, yang jelas aku luka-luka


-aksara jiwa-

Pertanyaan Untuk Langit

kutanyakan langit
akan hujan yang mereda
tak dapat lagi kurasakan kesejukannya

kutanyakan langit
akan arti penyesalan
dan setiap makna dari kata maaf yang bukan bualan

mungkinkah terobati
dan hujan akan menderas lagi

Jawabnya

langit resah
menatap seorang gadis
yang gelisah
nantikan datang gerimis

sakura digenggamnya
lalu gugur meluncur
tersapu deras hujan
yang baginya pelipur

tawanya lebar
tarinya lincah
bahagia basah
tanpa dia sadar
bahwa itu hujan
dari mataku yang linang

-aksara jiwa-

23 April 2010

Gadis Kecil dan Hujan

Hari ini kulihat gadis kecil berjalan pelan
Tatapannya pada sakura melebihi apapun di sekitarnya, juga aku..
Cemas.. gelisah..

Gerimis digantikan hujan
Sakura berguguran namun sang gadis kecil menari perlahan
Tawanya lepas ketika hujan semakin menderas

Kini telah semakin malam
Dan hujan akan segera pergi

Akankah kulihat
Sang gadis kecil gelisah lagi?
Karena padanya, hujan adalah segala pelita..

**
Tak ada hal yang lainnya
Dari apa yang telah kau sangka..

10 April 2010

Fiksi yang Hanya Fiksi

Senangnya berkenalan denganmu. Dengan sejuta pengetahuan baru yang dari dulu kutunggu. Wah, tidak menyangka aku bisa berkenalan dengan penulis hebat sepertimu.. Sejuta imaji kata kau tuturkan dalam lembaran kertas yang tak tersentuh..

Maka mulailah saat kau bercerita
Antara suka dan duka
Dengan tutur yang begitu memesona
Tapi entah mengapa kurasakan seperti fiksi
Rona-rona cerita tak kurasakan alaminya

Tiba-tiba kau 'tak ada'
Entah apa yang terjadi di bumi bawah sadarmu sana
Tapi kurasakan lagi ini fiksi

Terserah apa maumu



**hanya fiksi ^^

26 March 2010

Merasa Biru

Melangkah.. melangkah lagi
Cepatlah!
Coba untuk berlari
Karena dia takkan menanti

Hatinya biru


Menangis.. menangis lagi
Isaklah!
Jangan dihalangi suara hati bersedu sedan
Karena dia berpindah lagi

Jangan letih
Jangan hentikan asa

Hatinya biru


Tapi kamu tak perlu
Merasakan biru itu

10 March 2010

Hujan, lagu lama, dia dan vanilla

Ramalan cuaca yang tepat. Sore ini Jogja hujan deres banget dengan kilat menyala-nyala. Setelah sibuk di lab dengan kertas saring ukuran mini yang udah dimasukkan ke sulcus gingiva dan ditambahkan ninhydrin sejak siang tadi, gw jadi pengen cepet pulang ke rumah. Banget. Rasanya hati n pikiran penat bukan kepalang di sela tugas-tugas yang semakin beringas.
Gw pengen langsung pulang, tapi kilat yang kayak kembang api di pasar malam bikin nyali gw ciut untuk menghajar jalanan kota Jogja di waktu hujan. Setelah kilat udah gak begitu ekstrim, baru gw pulang.
Well, rasanya gak enak banget, cuaca sesejuk ini harus dilewatin di dalam kamar yang sumpek n berantakan setengah mati. So, I decided untuk beresin semuanya dulu. Akhirnya kamar rapih dan gw sendiri pun juga udah seger.
Lagunya gemala, teruntuk, is in the air... Rasanya tenang banget. Penggalan liriknya pun akhirnya gw jadiin status ym gw.
Gak seperti biasanya, online chat di FB menampilkan tanda-tanda ke-online-an seseorang yang gw kagumi. Dia baru sampai di negeri sakura hari ini. Sampai setahun lagi mungkin baru bisa kami berjumpa (I wish). Lagi-lagi lagu yang sama gw dengerin.. dan ditemani hujan, lagu lama itu, (kenangan tentang) dia, dan secangkir vanilla.. Jadilah sore ini berkenan di hati.

wahai saudaraku yang tak pernah mengenal aku
lihat cintaku yang takkan lekang dimakan waktu
mungkin hanya untukmu
kupersembahkan hati yang hanya mampu menatap indah matamu

lihatlah dunia dengan segala kebesaran jiwa

dimana tercipta sebuah bintang tuk setiap manusia
kita semua sama oh hanyalah insan biasa
mari cinta jangan pernah putus asa

oh dan kita coba sayang
jangan berpangku tangan dan lemahkan jiwa
mempesona tuk meraih cita
mari hilangkan saja sang gundah
bermohonlah padaNya

terangkan dunia tuk cinta sesama

oh dan kita coba sayang
jangan berpangku tangan dan lemahkan jiwa
mempesona tuk meraih cita
mari hilangkanlah saja sang gundah
bermohonlah padaNya

cinta kita sungguh mulia
berbagi dengan sesama

(Gemala-teruntuk)


11 December 2009

Dari Bawah Langit Hitam Pasar Malam

Kutemukan kau diantara langkah seribu manusia bergegas
Di balik pullover tua dan topi di atas kepala
Kutemukan kau diantara gelak
Dalam diam hanya sapa sekali-sekali

Bak kereta kuda kita berjalan tergesa
Menuju riuh rendah kerumunan di pasar malam
Hingga akhirnya menyerah pada arus
Terpisah seperti lelah melangkah

Berdiri diam kita di bawah lampu yang telah padam
Karena kembang api akan dinyalakan sebentar lagi
Di bawah langit hitam pasar malam
Kala pendar merah berubah jingga lalu biru
Kala gelegar berubah bisik lalu haru

Maka tlah tiba saatnya
Kulambaikan saputangan putih
Tanda duka sebelum berpisah
Serta kutangkupkan tangan di dada
Dari bawah langit hitam pasar malam itu
Mengiba doa untuk dapat kembali bersama
Entah di dunia
Entah di mana

**

http://jogjakini.files.wordpress.com/2007/11/jogja3.jpg